Elon Musk, CEO Tesla dan tokoh teknologi ternama, baru-baru ini mengumumkan peluncuran aplikasi pesan baru yang diberi nama XChat.
Aplikasi ini dirancang dengan mengadopsi standar keamanan Bitcoin BTC0.16%->Harga BTC Saat IniRp 1.928.459.4790.16%Market CapRp 38.323 TriliunVolume TradingRp 375,49 TriliunSuplai BeredarRp 19.894.781 dan menggunakan bahasa pemrograman Rust untuk menjamin keamanan dan efisiensi. XChat dijanjikan tidak hanya sebagai platform komunikasi biasa, tetapi juga sebagai terobosan dalam privasi dan keamanan digital.
XChat memperkenalkan enkripsi yang terinspirasi dari teknologi Bitcoin (BTC), yang dikenal dengan keamanannya yang tinggi. Elon Musk mengungkapkan bahwa fitur pesan baru ini akan menggunakan enkripsi “gaya Bitcoin”, yang kemungkinan besar adalah standar SHA-256.
Setiap pengguna akan mendapatkan kunci publik dan kunci pribadi, memastikan bahwa hanya penerima yang dapat membaca pesan yang dikirim. Selain itu, Musk menekankan bahwa XChat dibangun menggunakan Rust, bahasa pemrograman yang menekankan pada keamanan dan efisiensi. Hal ini menunjukkan komitmen Musk terhadap keamanan data pengguna, yang menjadi sangat penting di era digital saat ini.
OpenAI dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan pengaduan antimonopoli terhadap Microsoft. Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran bahwa Microsoft mungkin menggunakan posisinya untuk membatasi persaingan dan inovasi dalam industri AI.
Jika OpenAI melanjutkan dengan pengaduan ini, hal tersebut bisa memicu penyelidikan pemerintah dan kampanye publik terhadap praktik bisnis Microsoft. Pengaduan ini tidak hanya akan mempengaruhi hubungan antara OpenAI dan Microsoft, tetapi juga bisa memiliki dampak yang lebih luas terhadap cara kerja perusahaan teknologi besar dalam mengembangkan dan mengkomersialkan inovasi AI.
Ini juga bisa menjadi preseden penting dalam regulasi antimonopoli di sektor teknologi, terutama dalam konteks kolaborasi dan persaingan di bidang kecerdasan buatan.